Yogyakarta — Departemen Teknik Kimia (DTK), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), menerima kunjungan peserta Sakura Science Exchange Program 2026 pada 20–24 Agustus 2026. Diselenggarakan oleh Japan Science and Technology Agency (JST), program pertukaran jangka pendek ini bertujuan memperkenalkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan kolaborasi internasional. Program ini membawa peserta dari Kyushu University ke UGM.
Selama kunjungan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan diskusi riset, kunjungan lapangan ke lokasi pengelolaan sampah dan air berbasis masyarakat, serta peninjauan fasilitas prototipe dan lahan demonstrasi (demplot) di UGM.
Hari Pertama (Kamis, 20 Agustus) — Kedatangan dan Pertemuan Awal
Rangkaian kegiatan dimulai dengan kedatangan peserta di Yogyakarta. Pada malam harinya, peserta mengikuti pertemuan awal bersama tim dosen Departemen Teknik Kimia UGM, termasuk Ketua Departemen, Ir. Ahmad Tawfiequrrahman Yuliansyah, S.T., M.T., D.Eng., IPM., dan Prof. Himawan Tri Bayu Murti Petrus, untuk perkenalan dan pemaparan agenda kegiatan.
Hari Kedua (Jumat, 21 Agustus) — Diskusi Riset dan Kunjungan Lapangan
Pada hari kedua, peserta mengikuti diskusi riset bersama Prof. Ir. Indra Perdana, S.T., M.T., Ph.D., dan tim daur ulang baterai, termasuk peninjauan prototipe daur ulang baterai, juga ada pemaparan terkait penelitian yang dilakukan oleh Unconventional Georesource Research Group (UGRG) oleh Prof. Ferian Anggara. Diskusi dilanjutkan dengan topik pengelolaan sampah rumah tangga bersama Prof. Ir. Wiratni Budhijanto, S.T., M.T., Ph.D., IPM., dan pengelolaan air limbah rumah tangga.
Untuk melihat penerapannya di lapangan, peserta mengunjungi fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat TPS 3R Brama Muda (Dayakan, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman).
Peserta juga meninjau pengelolaan air bersih berbasis masyarakat di POKMAIR Tirta Kencana RW 07 dan kawasan permukiman tepi Sungai Code (Kali Code) yang menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan sampah dan air.
Hari Ketiga (Sabtu, 22 Agustus) — Fasilitas Prototipe dan Lahan Demonstrasi
Pada hari ketiga, peserta mengunjungi fasilitas riset di Pusat Kajian Sumberdaya Bumi Non-Konvensional, Fakultas Teknik UGM. Peserta meninjau prototipe produksi senyawa humat (humic substances) dari batubara peringkat rendah, beserta peralatan pendukung dan instrumen karakterisasi di laboratorium.
Pada sore hari, peserta melakukan kunjungan lapangan ke lahan demonstrasi (demplot) untuk menyaksikan langsung penerapan riset nano silika dan senyawa humat di bidang pertanian.
Hari Keempat (Senin, 24 Agustus) — Kepulangan
Rangkaian kunjungan ditutup dengan kepulangan peserta melalui penerbangan menuju Jakarta pada Senin, 24 Agustus 2026.
Melalui kunjungan ini, DTK UGM dan Kyushu University diharapkan dapat memperkuat kolaborasi riset dan memperluas jejaring kerja sama internasional, khususnya di bidang pengelolaan sumber daya dan teknologi berkelanjutan.





