Sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing garam rakyat, Kelompok Penelitian Teknologi Garam Rakyat, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat berbasis IMKM dan Masyarakat dengan judul “Diversifikasi Produk Garam Rakyat Menjadi Garam Bernilai Tambah Tinggi”. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Tirta Bahari yang berlokasi di Kemadang, Tanjungsari, Gunung Kidul.
Program pengabdian ini diketuai oleh Lisendra Marbelia, S.T., M.Sc., Ph.D, dengan melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Sarto, M.Sc., IPU, ASEAN Eng; Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc.; Ir. Subagyo, Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Ir. Nur Mayke Eka Normasari, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM; Bintang Diniar Kurnia Alam, S.Pi; Khairun Nida Halid, S.T.; Zahra Salsabila, S.T.; Kautsaura Raisa Mulia; serta Erlina, S.T., M.Sc. Tim ini berfokus pada pengembangan produk turunan garam yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan berpotensi masuk ke pasar yang lebih luas.
Kegiatan pengabdian diawali dengan penelitian perbaikan resep untuk dua produk utama turunan garam, yaitu lulur mandi dan bath bomb. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas formulasi, stabilitas produk, serta karakteristik sensori agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Hasil penelitian tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui Pelatihan Pemasaran dan Sosialisasi Perbaikan Resep Produk Turunan Garam (Lulur dan Bath Bomb) yang dilaksanakan pada 19 Desember 2025 dan diikuti oleh anggota KUGAR Tirta Bahari.
Dalam sesi diskusi, Bapak Wahyono, selaku Ketua KUGAR Tirta Bahari, menyampaikan bahwa saat ini terdapat beberapa kendala utama dalam pengembangan produk diversifikasi garam. Kendala tersebut antara lain produk lulur yang belum memiliki sertifikasi serta kualitas produk bath bomb yang masih perlu ditingkatkan agar lebih konsisten dan kompetitif. Kondisi ini menjadi tantangan bagi kelompok usaha garam rakyat untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai jual produk.
Menanggapi hal tersebut, tim pengabdian dari Fakultas Teknik menegaskan bahwa hasil penelitian dan pendampingan yang dilakukan diharapkan mampu menjadi solusi atas kendala yang dihadapi mitra, baik dari aspek formulasi produk maupun strategi pemasaran. Dengan perbaikan resep yang berbasis kajian ilmiah serta peningkatan pemahaman pemasaran, produk diversifikasi garam rakyat diharapkan dapat berkembang lebih baik, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat pesisir.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara akademisi dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat terus diperkuat, sehingga garam rakyat tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas dasar, tetapi juga sebagai produk bernilai tambah tinggi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pengembangan industri berbasis potensi lokal.


