Mahasiswa Teknik Kimia kembali menorehkan prestasi pada ajang IPFEST 2026, kompetisi akademik nasional di bidang industri minyak dan gas yang diselenggarakan oleh Society of Petroleum Engineers Institut Teknologi Bandung Student Chapter (SPE ITB SC), Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia Seksi Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (IATMI SM ITB), dan Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan PATRA Institut Teknologi Bandung (HMTM “PATRA” ITB). Kegiatan yang berlangsung pada 12–15 Februari 2026 ini mengangkat tema “Embracing Growth in Sustainability to Address Energy Security.”
IPFEST merupakan ajang yang bertujuan mengembangkan pemahaman mahasiswa dalam perencanaan pengembangan keahlian industri migas, sekaligus meningkatkan kompetensi dalam aspek teknis dan strategis pengelolaan sumber daya energi. Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa D4/S1 dari Program Studi Teknik Perminyakan, Teknik Geologi, serta disiplin terkait dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Technical Meeting pada 12 Februari 2026 untuk memberikan pengarahan teknis kepada para finalis. Puncak acara dilaksanakan pada 13 Februari 2026 melalui sesi Final Competition, termasuk pada cabang lomba Plan of Development (POD). Pada tahap ini, setiap tim mempresentasikan studi kasus yang telah disusun di hadapan empat dewan juri, mencakup analisis reservoir, strategi pengembangan lapangan, aspek keekonomian, hingga pertimbangan lingkungan.
Salah satu tim finalis yang terdiri dari mahasiswa Teknik Kimia dan Teknik Geologi berhasil menarik perhatian melalui POD berjudul “Integrated CO₂ Management in South Sumatera: MEA-Based Capture from Coal Power Plant for Surfactant Production to Enhanced Oil and Gas Recovery and Geological Storage.” Proposal ini mengangkat konsep integrasi sistem penangkapan karbon menggunakan monoethanolamine (MEA) dari pembangkit listrik tenaga batu bara di Sumatera Selatan.
CO₂ yang tertangkap tidak hanya difokuskan untuk penyimpanan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi surfaktan yang digunakan dalam proses enhanced oil and gas recovery (EOR/EGOR). Selain itu, skema penyimpanan geologis turut dirancang sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi karbon. Pendekatan terintegrasi ini menawarkan solusi yang menghubungkan upaya dekarbonisasi dengan peningkatan produksi migas secara lebih berkelanjutan.
Partisipasi mahasiswa Teknik Kimia dalam IPFEST 2026 ini menunjukkan kontribusi aktif dalam pengembangan inovasi teknologi energi yang adaptif terhadap tantangan transisi energi. Melalui kolaborasi lintas disiplin, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan teknis dan analitis, tetapi juga berperan dalam merancang solusi yang menyeimbangkan kebutuhan industri dan keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan IPFEST 2026 kemudian ditutup dengan Gala Dinner dan Awarding Night pada 14 Februari 2026 sebagai ajang apresiasi dan penguatan jejaring profesional antarpeserta. Keikutsertaan ini menjadi bukti komitmen mahasiswa Teknik Kimia dalam berkontribusi pada pengembangan energi berkelanjutan di tingkat nasional.
