Kusumastuti, Y., Ma’arif, J. M., Irsal, M., Widi, D. C., Putri, N. R. E., Pamungkas, M. S., Olivia, L., & Kristanto, J. (2026). Integrated Sonication-Assisted Deep Eutectic Solvent for Extraction of Antibacterial Compounds from Cacao Shells. RSC Advances, Issue 22 (Terbit 16 April 2026).
Departemen Teknik Kimia (DTK) UGM melalui Tim Peneliti Smart Biomaterial kembali menghadirkan inovasi berbasis teknik kimia hijau. Dalam publikasi terbaru di RSC Advances berjudul Integrated Sonication-Assisted Deep Eutectic Solvent for Extraction of Antibacterial Compounds from Cacao Shells (2026), para peneliti menunjukkan bahwa limbah cangkang kakao dapat diubah menjadi sumber senyawa antibakteri alami dengan proses ekstraksi yang lebih ramah lingkungan.
Siapa sangka, di balik industri cokelat yang terus berkembang, terdapat limbah cangkang kakao dalam jumlah besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sekitar 70–80% biomassa buah kakao berakhir sebagai limbah padat, termasuk cangkang buah dan kulit biji. Jika dibiarkan menumpuk, limbah ini dapat menimbulkan bau, meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme, hingga mengganggu produktivitas perkebunan.
Melihat tantangan tersebut, Tim Peneliti Smart Biomaterial DTK UGM memanfaatkan pendekatan green extraction untuk mengambil senyawa bioaktif bernilai tinggi dari limbah kakao. Fokus utama penelitian ini adalah penggunaan green solvent atau pelarut hijau berupa Deep Eutectic Solvent (DES), yang tersusun dari campuran kolin klorida dan asam laktat. Berbeda dengan pelarut organik konvensional yang cenderung mudah menguap dan berisiko terhadap lingkungan, DES bersifat lebih aman, biodegradable, serta memiliki toksisitas yang rendah.
Agar proses ekstraksi menjadi lebih efisien, tim mengintegrasikan teknologi ultrasonik melalui metode Sonication-Assisted Extraction. Dalam perspektif teknik kimia, gelombang ultrasonik bekerja dengan menciptakan fenomena kavitasi, yaitu pembentukan gelembung mikro yang mampu merusak struktur dinding sel biomassa. Mekanisme ini mempercepat perpindahan massa antara pelarut dan bahan padat, sehingga senyawa aktif dapat terekstraksi lebih optimal dalam waktu yang lebih singkat dan konsumsi pelarut yang lebih rendah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi DES dan ultrasonik mampu meningkatkan perolehan senyawa fenolik dari cangkang kakao secara signifikan. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antibakteri alami yang berpotensi diaplikasikan pada produk pangan, farmasi, hingga kemasan aktif berbasis biomaterial. Selain meningkatkan nilai tambah limbah pertanian, pendekatan ini juga mendukung konsep circular economy dan industri berkelanjutan.
Bagi dunia teknik kimia, penelitian ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi proses dapat menjawab dua tantangan sekaligus: efisiensi industri dan keberlanjutan lingkungan. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dapat diolah menjadi produk fungsional melalui rekayasa proses yang lebih hijau, efisien, dan berorientasi masa depan.
Baca publikasi ilmiah selengkapnya di sini:
- Jurnal: RSC Advances (2026), Integrated sonication-assisted deep eutectic solvent for extraction of antibacterial compounds from cacao shells.
- Tautan Artikel: RSC Advances – Cacao Shell Extraction
- DOI: 1039/D6RA01724J