Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam tim “Calable” turut ambil bagian dalam kompetisi bergengsi Indonesia Chemical Engineering Challenge (IChEC) 2026. Dalam ajang bertaraf internasional ini, Tim Calable yang beranggotakan Ja’far Shodiq Hibatullah (DTETI), Naohide Kiyosawa (DTMI), dan Rumaysa Shahida (DTK) mempresentasikan inovasi riset berjudul “The Smart Catalyst: AI-Enhanced Geothermal Integration for Sustainable Carbon-to-Methanol Conversion”.
Tim Calable menyoroti tantangan transisi energi di sektor maritim, khususnya terkait tingginya biaya produksi bahan bakar hijau (green fuel). Melalui pendekatan interdisipliner , mereka merancang sistem produksi E-Methanol yang mengintegrasikan energi panas bumi (geothermal waste heat) dengan teknologi Solid Oxide Electrolysis Cell (SOEC) bertekanan tinggi. Keunggulan utama sistem ini terletak pada penggunaan kecerdasan buatan (AI-based Model Predictive Control) yang mampu mengoptimalkan efisiensi energi sekaligus menjaga stabilitas termal reaktor secara real-time.
Partisipasi Tim Calable dalam IChEC 2026 menegaskan komitmen mahasiswa UGM dalam menyumbangkan gagasan solutif untuk isu perubahan iklim global. Dengan potensi pengurangan emisi karbon sebesar 1,57 × 10^5 ton per tahun, inovasi ini diharapkan dapat menjadi referensi studi kelayakan bagi pengembangan industri kimia hijau di Indonesia, sekaligus mendukung visi Net-Zero Emission 2060.