Tiga mahasiswa Departemen Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan menjadi finalis International Case Study Competition (I-CAST) 2026, yang merupakan bagian dari rangkaian acara Process and Green Engineering Days (PGD UI) 2026 yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia. Babak final kompetisi berlangsung pada 23 Mei 2026 dengan mengangkat tema “Advancing Clean Energy Transitions Through Sustainable Co-Firing and Circular Biomass Systems” yang diselenggarakan bekerja sama dengan PT PLN Nusantara Power.
Delegasi Departemen Teknik Kimia UGM terdiri atas Khaidir As’ Hari, Faiq Fadhlul Aziz, dan Rumaysa Shahida. Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung karya berjudul “Restructuring Indonesia’s Biomass Co-Firing Through Biomass Management Entity for a Scalable Energy Transition”, yang menawarkan solusi untuk mendukung transisi energi nasional melalui penguatan sistem penyediaan biomassa bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Gagasan yang dikembangkan berangkat dari tantangan implementasi program co-firing biomassa di Indonesia. Meskipun telah diterapkan di berbagai PLTU, efektivitas program ini masih menghadapi kendala, terutama terkait kualitas biomassa domestik yang umumnya memiliki kadar air tinggi dan nilai kalor yang relatif rendah. Kondisi tersebut menyebabkan rasio co-firing biomassa masih terbatas pada kisaran 10 persen sehingga potensi pengurangan emisi karbon belum dapat dimaksimalkan.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim mengusulkan pembentukan Biomass Management Entity (BME), yaitu institusi agregator terpusat yang beroperasi melalui skema Public-Private Partnership (PPP). BME dirancang untuk mengoordinasikan pengelolaan rantai pasok biomassa, mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga distribusi, sehingga kualitas biomassa yang digunakan pada PLTU dapat lebih terstandarisasi dan konsisten.
Sebagai bagian dari solusi yang ditawarkan, tim juga mengintegrasikan teknologi peletisasi biomassa dengan tingkat kesiapan teknologi (Technology Readiness Level atau TRL) 9 yang dipadukan dengan sistem waste heat recovery. Integrasi tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar proses sebesar 15–20 persen, sekaligus menghasilkan biomassa dengan kualitas yang lebih baik untuk kebutuhan co-firing.
Melalui konsep Integrated Hub BME, tim memproyeksikan tersedianya pasokan biomassa standar yang dapat mendukung peningkatan rasio co-firing hingga 20 persen. Implementasi sistem ini juga diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon hingga 7,06 juta ton CO₂ per tahun pada 2034, sehingga berkontribusi terhadap upaya dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan nasional.
Keberhasilan menjadi finalis dan mempresentasikan gagasan di hadapan dewan juri pada babak final I-CAST 2026 menunjukkan kapasitas mahasiswa Departemen Teknik Kimia UGM dalam merumuskan solusi berbasis rekayasa dan kebijakan untuk menjawab tantangan transisi energi. Prestasi ini sekaligus mencerminkan komitmen mahasiswa Teknik Kimia UGM dalam mengembangkan inovasi yang mendukung pembangunan energi berkelanjutan di Indonesia.

