• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • Penelitian
Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Kimia
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Dosen
    • Dosen Purnatugas
    • Staf
    • Kelompok Bidang Keahlian
      • KBK advanced material #1
      • KBK advanced material #2
      • KBK Energy #1
      • KBK Energy #2
      • KBK Bioresource Engineering #1
      • KBK Bioresource Engineering #2
      • KBK Chemical Product
    • Fasilitas laboratorium
    • Infografis Departemen
    • Previous Conferences
      • IBASC 2021
      • RCCHE 2018
      • Summer Course 2018
      • Greens
  • Undergraduate
    • Profile of Undergraduate Program
    • International Class
    • Course Distribution
    • PO achievement
    • Mapping LO-PO
    • Informasi Akademik
    • Mahasiswa
      • Kelompok Studi
      • KMTK
      • Entropi
      • Pecinta Alam
  • Program Master
    • Prodi Magister Teknik Kimia
    • Prodi Magister TPPI
  • Program Doktor
    • Profil Prodi Doktor
    • Mata kuliah Prodi Doktor
    • Informasi Akademik
    • Peluang Riset dan Hibah
    • Pendaftaran
    • Sekretariat Prodi Doktor
    • Informasi Akademik S3
  • Unduh
    • Laporan Kinerja Departemen
    • Rencana Strategis Departemen
    • Video Profil Departemen
    • Fasilitas Kuliah
    • Keselamatan dalam Laboratorium
  • Beranda
  • Berita
  • Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung sebagai Bahan Baku Briket Arang

Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung sebagai Bahan Baku Briket Arang

  • Berita
  • 11 September 2026, 09.54
  • Oleh: admin
  • 0

Sialanguan, Juni 2026 – Dalam upaya memanfaatkan limbah pertanian dan mendorong kemandirian energi desa, Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan program pengolahan limbah bonggol jagung menjadi briket arang sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan. Program pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan secara intensif di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, sebagai solusi atas melimpahnya limbah hasil panen jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Gagasan ini diinisiasi oleh Chelsea Revalina Debora, bersama Faizinda Mohammad Putra Kambaksono, mahasiswa Program Studi Kehutanan sebagai bentuk kolaborasi lintas disiplin guna untuk mendukung pengelolaan limbah bonggol jagung. Kecamatan Pangururan yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung memiliki potensi limbah bonggol jagung yang sangat melimpah. Sayangnya, limbah tersebut sebagian besar hanya dibuang begitu saja atau dibakar secara terbuka sehingga memicu pencemaran lingkungan. Melalui sentuhan inovasi sederhana, bonggol jagung yang semula tidak memiliki nilai ekonomis diubah menjadi briket arang bernilai jual tinggi, efisien, dan ramah lingkungan.

Langkah nyata ini diawali dengan pengamatan lapangan secara komprehensif untuk memetakan titik-titik persebaran limbah jagung. Tim KKN-PPM UGM juga melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah desa, kelompok tani, serta pemangku kepentingan lokal guna merancang skema pelaksanaan program yang inklusif dan memastikan partisipasi aktif masyarakat. Sebagai persiapan teknis, tim memfasilitasi pembuatan alat penjelataan sederhana serta pengadaan bahan pendukung pencetakan briket yang ramah lingkungan dan mudah diduplikasi oleh warga secara mandiri.

Pada hari pelaksanaan, kegiatan diawali dengan penyuluhan edukatif mengenai potensi biomassa, efisiensi penggunaan briket arang, hingga analisis peluang usaha berbasis limbah pertanian. Antusiasme warga terlihat tinggi saat menyaksikan demonstrasi langsung seluruh tahapan produksi, mulai dari proses penjelataan bonggol jagung, penghalusan arang, pencampuran perekat alami, hingga pencetakan dan pengeringan. Tidak berhenti pada peragaan, para peserta juga dibimbing secara langsung oleh mahasiswa untuk mempraktikkan pembuatan briket secara mandiri.

Sebagai wujud penjaminan kualitas produk, kegiatan dilanjutkan dengan uji coba pembakaran bersama warga untuk menilai ketahanan api, kenyamanan penggunaan, dan efektivitas briket sebagai substitusi bahan bakar rumah tangga. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan diskusi interaktif mengenai strategi menjaga mutu produk serta potensi pembentukan unit usaha mikro berbasis biomassa di tingkat desa.

Inovasi ini menjadi wujud nyata keberlanjutan pemberdayaan masyarakat yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pemanfaatan energi alternatif berbasis biomassa, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan peluang usaha baru, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan limbah berkelanjutan, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengurangan emisi pembakaran terbuka. Lewat bonggol-bonggol jagung dari Kecamatan Pangururan, masyarakat kini tidak hanya mendapatkan solusi pengelolaan limbah, tetapi juga memiliki pondasi energi mandiri dan nilai tambah ekonomi bagi kesejahteraan desa.

Viewed: 3
Tags: Fakultas Teknik UGM SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi SDGS
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Kimia

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika No. 2, Kampus UGM,
Yogyakarta, 55284
Telp. 0274-555320
E-mail: jtk@ugm.ac.id

Accredited by: BAN-PT IChemE IABEE

Jurnal Teknik Kimia:

  • Asean Journal of Chemical Engineering
  • Jurnal Rekayasa Proses

    © Universitas Gajah Mada

    EnglishBahasa Indonesia

    KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY