Mahasiswa Departemen Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam tim Malataxtax berhasil meraih Juara 1 Process System Engineering Competition pada ajang Process and Green Engineering Days (PGD) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia pada Sabtu (23/5). Prestasi ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa Teknik Kimia UGM dalam menghadirkan inovasi rekayasa proses yang mendukung transisi energi berkelanjutan serta upaya pengurangan emisi karbon di Indonesia.
Dalam kompetisi tersebut, tim Malataxtax mengusung rancangan pabrik terintegrasi berbasis konsep Power-to-X (PtX) yang memanfaatkan limbah industri kelapa sawit, yakni Palm Oil Mill Effluent (POME) dan Oil Palm Empty Fruit Bunches (OPEFB), sebagai bahan baku untuk menghasilkan biomethanol berkualitas komersial. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh tingginya produksi limbah kelapa sawit di Indonesia yang berpotensi menimbulkan emisi gas rumah kaca, khususnya metana, apabila tidak dikelola secara optimal.
Melalui inovasi tersebut, tim menawarkan sistem terintegrasi yang mengombinasikan teknologi dark fermentation, anaerobic digestion, elektrolisis menggunakan Solid Oxide Electrolysis Cell (SOEC), serta sintesis methanol melalui proses hidrogenasi karbon dioksida (CO₂). Integrasi berbagai teknologi ini memungkinkan konversi limbah organik menjadi sumber energi dan bahan baku kimia rendah karbon dengan efisiensi yang lebih tinggi. Selain menghasilkan biomethanol, sistem yang dirancang juga menerapkan integrasi panas antarproses sehingga mampu menekan kebutuhan utilitas eksternal secara signifikan.
Tidak hanya berfokus pada perancangan dan simulasi proses, penelitian ini juga mencakup analisis teknis yang komprehensif, integrasi panas, kajian tekno-ekonomi dinamis, serta Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari keseluruhan sistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rancangan pabrik yang dikembangkan mampu menghasilkan biomethanol dengan tingkat kemurnian yang memenuhi standar komersial internasional, sekaligus menawarkan potensi pengurangan emisi karbon yang signifikan dibandingkan dengan proses produksi methanol berbasis bahan bakar fosil.
Keberhasilan tim Malataxtax meraih Juara 1 pada kompetisi tingkat nasional ini mencerminkan kemampuan mahasiswa Teknik Kimia UGM dalam mengembangkan solusi inovatif yang mengintegrasikan aspek teknologi, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Prestasi tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak inovasi di bidang energi bersih dan rekayasa proses, sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda dalam mendukung agenda transisi energi dan pembangunan industri berkelanjutan di Indonesia.
