Program Problem-Based Learning (PBL) di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST/Taiwan Tech), Taipei, Taiwan yang kesebelas kembali diselenggarakan tahun ini, tepatnya pada tanggal 5-10 Agustus 2026. Program ini merupakan agenda tahunan di mana Departemen Teknik Kimia NTUST mengundang beberapa kampus yang memiliki Departemen Teknik Kimia ataupun Departemen Kimia Terapan seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWM), dan Osaka Institute of Technology (OIT) untuk dapat mengikuti kegiatan summer camp, di mana mahasiswa dapat belajar dan berdiskusi bersama, membawa gagasan dan pengetahuan dari kampus asal mereka dengan topik-topik penelitian yang dilakukan oleh Profesor di NTUST, kemudian membangun jejaring dan kerja sama antar mahasiswa, sekaligus melakukan eksplorasi budaya dan makanan di Taiwan bersama dengan mahasiswa lokal. Kali ini delegasi UGM diwakilkan oleh Arden Fauzani Afrizkialdi dari program studi Magister Teknik Kimia dan William Teja Laksmana dari program studi Magister Teknik Pengendalian Pencemaran Industrial. Dari ITS mengirimkan 2 mahasiswa dan dari OIT mengirimkan 11 mahasiswa sebagai perwakilan, sedangkan UKWM tahun ini absen dari kegiatan tersebut. Untuk mahasiswa dari NTUST sendiri yang menjadi panitia sekaligus mengikuti program ini berjumlah 20 mahasiswa.
Tahun ini tema besar yang diangkat pada program ini adalah “Green and Smart Materials”. Tema ini diangkat karena melihat perkembangan global di mana industri dan teknologi mulai bergerak dan mencari material yang bersifat ramah lingkungan tapi juga bersifat cerdas, dapat merespons perubahan dari lingkungan luarnya dengan mengubah sifat fisik atau kimianya, sehingga dapat diaplikasikan secara luas. Ada 3 sub topik yang diangkat dan disampaikan kepada peserta untuk bahan diskusi oleh 3 Profesor yang berbeda sesuai dengan bidang penelitian mereka. Topik pertama disampaikan oleh Profesor Wei-Hung Chiang yang membahas tentang “Sustainability”. Topik kedua disampaikan oleh Profesor Tzu-Ho Wu tentang “Innovative Energy Storage”. Sedangkan topik ketiga disampaikan oleh Profesor Fang-Yu Chou tentang “From Blood-Material Interactions to the Hemocompatible Polymer Coating”.
Pada malam hari pertama, peserta disambut oleh panitia dalam acara welcome party dan peserta disuguhkan beberapa jajanan khas Taiwan, peserta diberi beberapa penjelasan mengenai apa saja yang akan dilakukan pada program ini, serta pembagian dormitory untuk peserta. Pada pagi hari kedua, Profesor Ming-Hua Ho selaku Kepala Departemen Teknik Kimia NTUST, Profesor Tzu-Ho Wu dan Profesor Fang-Yu Chou selaku pengurus program PBL tahun ini, serta Profesor Masahiro Muraoka dan Profesor Masanari Hirahara dari OIT melakukan opening speech untuk menyambut seluruh peserta kegiatan ini. Setiap hari, peserta akan diberikan 1 topik paparan kemudian peserta diajak berdiskusi di dalam grup yang telah dibagi untuk memperdalam wawasan pada topik tersebut. Materi dari paparan yang diberikan juga menarik untuk dibahas. Pada hari kedua, Profesor Chiang memberikan insight menarik mengenai siapa itu chemical engineer dan betapa besar perannya dalam sejarah dunia karena membantu memproduksi banyak hal yang memudahkan pekerjaan manusia sekaligus menaikkan kesejahteraannya, contoh sederhananya adalah proses produksi makanan dan minuman, material-material penting seperti semikonduktor, dan sebagainya sekaligus peran seorang chemical engineering dalam teknologi berkelanjutan. Pada hari ketiga, Profesor Wu menyampaikan bahwa tentang sejarah ditemukannya baterai dan potensi baterai berbasis zinc masih cukup besar ke depannya. Profesor Wu juga menyampaikan bahwa peran baterai berbasis zinc akan berbeda dengan baterai-baterai jenis lainnya, di mana baterai jenis ini lebih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam rumah seperti untuk remote AC dan remote TV. Beliau juga mengajak peserta untuk mengunjungi laboratoriumnya untuk melihat penelitian yang beliau lakukan saat ini seperti apa. Pada hari keempat, Profesor Chou menjelaskan tentang teknologi biomaterial yang ramah dan aman pada tubuh manusia, terutama apabila berkontak dengan darah sehingga dapat membantu manusia secara medis. Salah satu contohnya adalah teknologi Extracorporeal Membrane Oxygenation. Pada hari keempat pula dilakukan pemaparan hasil diskusi dari masing-masing kelompok sekaligus penutupan acara dan pembagian sertifikat yang menandakan bahwa peserta telah mengikuti rangkaian program PBL dengan baik.
Setelah dilakukan pemaparan materi dan diskusi di pagi hari, peserta diajak untuk mengunjungi beberapa tempat penting dan terkenal di Taiwan sekaligus mencicipi berbagai kuliner khas Taiwan. Pada hari kedua, peserta dibawa mengunjungi Xia-Hai City God Temple (大稻埕霞海城隍廟), sebuah kuil bersejarah di Taiwan yang sudah berdiri dari tahun 1859 sekaligus ke Dermaga Dadaocheng (大稻埕碼頭) yang tidak jauh dari situ. Peserta juga disuguhi Che Lun Bing (車輪餅), sebuah kue jajanan kaki lima asal Taiwan yang bentuk roda kecil yang diisi berbagai pilihan rasa, contohnya kacang merah. Pada hari ketiga, peserta dibawa mengunjungi Ximending (西門町), sebuah distrik perbelanjaan yang sangat terkenal di Taipei, di situ juga terdapat Red House Theater yang sudah berdiri dari tahun 1908. Peserta kemudian diajak pergi ke Raohe Street Night Market (饒河街觀光夜市), salah satu pasar malam yang paling besar dan terkenal di Taipei di mana terdapat berbagai macam kuliner khas Taiwan yang dijual. Peserta mendapat kesempatan untuk mencoba Fuzhou Shizu Pepper Bun (福州世祖胡椒饼), makanan khas seperti bakpao daging yang dipanggang sehingga krispi di luar tapi juicy di dalamnya. Pada hari keempat, sayangnya Topan Dolphin melanda Taiwan sehingga agenda yang seharusnya berjalan harus diubah demi alasan keselamatan dan peserta dibawa untuk mengunjungi Zhongshan (中山), yaitu sebuah kawasan yang trendi dan populer di kalangan anak muda Taipei karena banyak kafe dan butik yang unik dan menarik. Pada hari kelima, peserta diajak mengunjungi Shifen Old Street (十分老街), sebuah kawasan vintage yang terkenal dengan deretan toko suvenir dan kuliner yang berada persis di samping rel kereta api aktif. Peserta diajak menuliskan harapan-harapannya pada lampion dan diterbangkan ke langit. Peserta juga disuguhkan dengan Huasheng Juan Bingqilin (花生卷冰淇淋), sebuah snack khas Taiwan berupa es krim tradisional yang diberi serutan kacang dan daun ketumbar kemudian digulung menggunakan kulit popiah tipis. Setelah dari Shifen, peserta diajak mengunjungi Taipei 101 (台北101), gedung pencakar langit ikonik di Taipei yang digunakan sebagai gedung finansial dan bisnis internasional di Taipei. Peserta diajak naik ke lantai 89 untuk dapat melihat pemandangan kota Taipei dari ketinggian menggunakan lift yang merupakan salah satu lift yang tercepat di dunia, di mana dari lantai 5 ke 89 dapat ditempuh dalam waktu 37 detik saja dengan kecepatan maksimum mencapai 1.010 meter per menit. Peserta kemudian dibawa untuk makan bersama dengan para profesor di sebuah restoran sebagai closing party. Pada hari keenam, sembari menunggu waktu penerbangan pulang peserta, panitia mengajak peserta untuk menjajal teknologi Virtual Reality (VR) pada laboratorium di mana peserta dapat melakukan beberapa eksperimen kimia sederhana menggunakan VR seperti pembuatan model atom, reaksi redoks, serta elektrokimia.
Program ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi peserta sekaligus memperkuat kerja sama antara UGM dengan NTUST, OIT dan ITS, sehingga diharapkan dapat terjadi kolaborasi-kolaborasi berkelanjutan.







