Mahasiswa Program Studi Magister Teknik Pengendalian Pencemaran Industrial Tahun 2025


1. Pendahuluan
Program Studi Magister Teknik Pengendalian Pencemaran Industrial (prodi MTPPI), Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, telah melakukan survei kepuasan terhadap mahasiswa aktif di prodi tersebut untuk periode tahun 2025. Survei dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh mahasiswa aktif di prodi MTPPI. Penilaian dilakukan dengan skala 1 – 5 (skala 1 = sangat tidak puas, skala 2 = tidak puas, skala 3 = cukup puas, skala 4 = puas, skala 5 = sangat puas). Diperoleh mahasiswa sejumlah 12 orang yang bersedia mengisi kuesioner dengan sebaran berdasarkan angkatan disajikan dalam Gambar 1.

Gambar 1. Sebaran mahasiswa MTPPI yang mengikuti survei


Survei yang dilakukan mengukur kepuasan mahasiswa prodi MTPPI terhadap aspek proses pendidikan, aktivitas penelitian, serta layanan akademik dan fasilitas.

2. Evaluasi Hasil Survei terhadap Proses Pendidikan
Hasil survei terhadap aspek pendidikan disajikan dalam Gambar 2. Ada tiga aspek yang dinilai, yaitu: relevansi materi matrikulasi, cara penyampaian materi, dan pengembangan wawasan di luar materi inti. Secara umum, hasil survei menunjukkan kepuasan mahasiswa yang tinggi terhadap relevansi materi dan cara penyampaian materi, dengan seluruh responden menilai pada skala 4 hingga 5. Pada aspek pengembangan wawasan di luar materi inti, tingkat kepuasan tetap didominasi skala 4–5 (83,3%), meskipun terdapat sebagian kecil mahasiswa (16,7%) yang menilai pada skala 2–3.

Gambar 2. Hasil Survei terhadap Proses Pendidikan


Selain penilaian melalui kuesioner, mahasiswa juga menyampaikan saran-saran secara tertulis yang dapat dirangkum dalam poin-poin sebagai berikut:
  1. Pembelajaran Berbasis Kasus Nyata: Menyampaikan materi melalui studi kasus industri (baik yang sudah maupun belum teratasi) disertai praktik langsung agar lebih mudah dipahami.
  2. Kunjungan Lapangan: Memperbanyak studi lapangan/kunjungan industri, khususnya pada semester awal, sebagai sarana pengenalan dan pengembangan wawasan di luar materi inti.
  3. Apresiasi Keaktifan Mahasiswa: Memberikan nilai keaktifan sebagai bentuk apresiasi bagi mahasiswa yang aktif bertanya dan berdiskusi di kelas.
Mahasiswa menilai materi matrikulasi yang diberikan relevan dan cara penyampaiannya efektif dalam meningkatkan pemahaman mereka. Meskipun demikian, sebagian mahasiswa berharap adanya penyampaian yang lebih menarik disertai studi kasus nyata dan kunjungan lapangan, untuk memperkaya pengalaman belajar dan pengembangan wawasan di luar kelas.

3. Evaluasi Hasil Survei terhadap Aktivitas Penelitian
Hasil survei terhadap aspek penelitian disajikan dalam Gambar 3. Tiga aspek penelitian yang dinilai adalah: mekanisme pembagian dosen pembimbing penelitian, pendanaan penelitian oleh dosen pembimbing, dan motivasi dari dosen pembimbing untuk menjadikan mahasiswa peneliti andal. Berdasarkan survei, mayoritas mahasiswa merasa sangat puas terhadap mekanisme pembagian dosen pembimbing penelitian (75% pada skala 5) serta motivasi dari dosen pembimbing untuk menjadi peneliti andal (66,7% pada skala 5). Sebaliknya, aspek pendanaan penelitian oleh dosen pembimbing menunjukkan tingkat kepuasan yang jauh lebih rendah dan lebih beragam — sepertiga responden (33,3%) berada pada skala 1–2 (sangat tidak puas hingga tidak puas), sehingga menjadi area evaluasi utama yang memerlukan pembenahan.

Gambar 3. Hasil Survei terhadap Aktivitas Penelitian


Untuk lebih meningkatkan aspek penelitian, mahasiswa memberikan saran tertulis yang dapat dirangkum dalam poin-poin di bawah ini:
  1. Komunikasi Terbuka & Suportif: Membangun komunikasi yang terbuka dan suportif antara pembimbing dan mahasiswa agar mahasiswa merasa didukung dan nyaman berdiskusi selama proses riset.
  2. Motivasi & Apresiasi Berkala: Memberikan dorongan motivasi secara berkala serta apresiasi atas capaian-capaian kecil mahasiswa guna meningkatkan semangat dan rasa percaya diri.
  3. Suasana Riset yang Santai namun Fokus: Menciptakan suasana riset yang santai namun tetap fokus, misalnya melalui sesi diskusi interaktif, brainstorming kreatif, dan pendekatan personal sesuai minat mahasiswa.
Mekanisme pembagian dosen pembimbing dan dukungan motivasi dari pembimbing tesis dinilai sudah berjalan baik. Namun demikian, aspek pendanaan penelitian oleh dosen pembimbing perlu menjadi perhatian khusus program studi, mengingat variasi tingkat kepuasan yang cukup besar pada aspek ini.

4. Evaluasi Hasil Survei terhadap Layanan Akademik dan Fasilitas
Hasil survei terkait aspek layanan akademik dan fasilitas disajikan dalam Gambar 4. Mahasiswa menyatakan kepuasan yang tinggi terhadap kemudahan bertemu dengan pengelola prodi dan pelayanan staf akademik (masing-masing 75% pada skala 5). Aspek safety di departemen dan fasilitas ruang kelas juga menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi. Fasilitas laboratorium dan fasilitas pendukung di luar kelas menjadi area yang memberikan indikasi kepuasan yang relatif lebih rendah, meskipun secara umum penilaian tetap berada pada skala cukup puas hingga sangat puas.

Gambar 4. Survei terhadap Layanan Akademik dan Fasilitas


Saran-saran tertulis dari mahasiswa terkait layanan akademik dan fasilitas dapat dirangkum dalam poin-poin di bawah ini:
  1. Fasilitas Toilet: Memperbanyak fasilitas toilet di lingkungan departemen/prodi.
  2. Fasilitas Laboratorium Riset: Menyediakan fasilitas laboratorium riset dan praktikum yang lebih lengkap dan modern untuk mendukung penelitian dan pengembangan teknologi pengendalian pencemaran.
  3. Fleksibilitas Perkuliahan Daring: Memberikan kemudahan bagi mahasiswa program MBR (by research) untuk mengikuti sebagian perkuliahan secara daring.
  4. Pembaruan Kurikulum: Menjaga kurikulum dan materi tetap mutakhir mengikuti perkembangan teknologi pengendalian pencemaran dan regulasi lingkungan terbaru.
  5. Konsentrasi Keselamatan Proses: Mempertahankan keberadaan konsentrasi Keselamatan Proses dalam struktur program studi.

5. Evaluasi Hasil Survei terhadap Aspek Kualitas Layanan
Hasil survei terkait aspek kualitas layanan disajikan dalam Gambar 5.

Gambar 5. Hasil Survei terhadap Aspek Kualitas Layanan


Evaluasi terhadap lima dimensi kualitas layanan akademik menunjukkan hasil yang positif secara menyeluruh:
  • Keandalan, Daya Tanggap, & Kepastian: Layanan dinilai konsisten dan dapat diandalkan, dengan mayoritas responden menilai pada skala 4–5 untuk ketiga dimensi ini.
  • Empati: Mahasiswa merasa diperhatikan secara personal oleh dosen maupun pengelola prodi.
  • Bukti Fisik (Tangibles): Fasilitas fisik dinilai memadai, meskipun dimensi ini menunjukkan proporsi skala 4 yang setara dengan skala 5 (masing-masing 50%), sedikit lebih rendah dibandingkan dimensi lainnya.
6. Kesimpulan
Secara keseluruhan, tingkat kepuasan mahasiswa Program Studi Magister Teknik Pengendalian Pencemaran Industrial berada pada kategori Puas hingga Sangat Puas pada sebagian besar indikator evaluasi, khususnya pada aspek pendidikan, layanan akademik, dan kualitas layanan. Perhatian khusus perlu diberikan pada aspek pendanaan penelitian oleh dosen pembimbing, di mana sepertiga responden menyatakan ketidakpuasan (skala 1–2). Masukan lain yang diberikan mahasiswa mencakup penambahan fasilitas laboratorium riset dan toilet, pembaruan kurikulum sesuai perkembangan teknologi dan regulasi lingkungan, fleksibilitas perkuliahan daring bagi mahasiswa program MBR, serta mempertahankan konsentrasi Keselamatan Proses.