Hasil Survey Kepuasan Pemangku Kepentingan

Tracer Mahasiswa Doktor Teknik Kimia


Sebagai bagian dari pelaksanaan sistem penjaminan mutu, Program Studi Doktor Teknik Kimia secara berkala menyelenggarakan survei kepuasan mahasiswa untuk memperoleh umpan balik yang objektif terhadap penyelenggaraan proses akademik, dukungan studi, fasilitas, dan mutu layanan. Survei ini menggunakan instrumen yang terstruktur, relevan dengan aspek layanan pendidikan, serta mudah digunakan oleh responden, sehingga data yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil survei mahasiswa Doktor Teknik Kimia sebagaimana disajikan pada Gambar 1, tingkat kepuasan mahasiswa secara umum berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi pada hampir seluruh aspek yang diukur.


Gambar 1. Hasil Survei Mahasiswa Doktor Teknik Kimia

Pada aspek akademik, seluruh indikator menunjukkan capaian yang sangat baik dengan nilai berada pada kisaran 91–94. Nilai tertinggi terdapat pada indikator motivasi pembimbing dan pengembangan wawasan, diikuti oleh keadilan pembagian pembimbing, penyampaian materi, dan relevansi materi. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa menilai proses pembelajaran, mutu substansi akademik, serta peran pembimbing telah mendukung perkembangan akademik mereka dengan baik. Secara agregat, aspek akademik memperoleh rata-rata 92,98, yang mencerminkan tingkat kepuasan yang sangat baik terhadap penyelenggaraan proses pembelajaran.


Pada aspek dukungan studi, tingkat kepuasan mahasiswa juga berada pada kategori sangat baik, terutama pada indikator layanan staf akademik dan akses konsultasi program studi, yang memperoleh nilai tertinggi dalam kelompok ini. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan administratif dan akses komunikasi akademik telah berjalan dengan baik dan responsif. Sementara itu, indikator pendanaan penelitian memperoleh nilai yang relatif lebih rendah dibandingkan indikator lainnya, meskipun masih berada pada kategori baik. Hasil ini menjadi masukan penting bagi program studi dalam memperkuat dukungan terhadap kegiatan penelitian mahasiswa. Secara keseluruhan, aspek dukungan studi memperoleh rata-rata 89,94.


Pada aspek fasilitas, hasil survei menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan penilaian baik hingga sangat baik. Indikator fasilitas dan prosedur safety serta fasilitas ruang kelas memperoleh nilai tertinggi, disusul oleh sarana dan prasarana. Adapun fasilitas laboratorium dan fasilitas luar kelas juga memperoleh penilaian yang baik, meskipun relatif lebih rendah dibandingkan indikator fasilitas lainnya. Hasil ini menunjukkan bahwa secara umum fasilitas pendukung pembelajaran telah dinilai memadai, namun masih terdapat ruang untuk peningkatan pada beberapa komponen tertentu. Secara agregat, aspek fasilitas memperoleh rata-rata 90,31.


Pada aspek mutu layanan, seluruh indikator menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi dengan nilai berada pada kisaran 94–95. Indikator keandalan memperoleh nilai tertinggi, diikuti oleh daya tanggap, kepastian, dan empati. Capaian ini menunjukkan bahwa layanan yang diberikan oleh program studi dinilai telah berjalan secara andal, responsif, jelas, dan mampu memperhatikan kebutuhan mahasiswa dengan baik. Secara keseluruhan, aspek mutu layanan memperoleh rata-rata tertinggi, yaitu 94,49, yang menegaskan kuatnya kualitas layanan yang dirasakan oleh mahasiswa.


Hasil survei ini menunjukkan bahwa mahasiswa Doktor Teknik Kimia memberikan penilaian yang sangat positif terhadap penyelenggaraan pendidikan dan layanan program studi. Kekuatan utama terlihat pada aspek mutu layanan dan aspek akademik, yang memperoleh rata-rata tertinggi, disusul oleh aspek fasilitas dan dukungan studi yang juga berada pada kategori sangat baik. Di sisi lain, indikator pendanaan penelitian serta beberapa komponen fasilitas pendukung masih menjadi area yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut dalam rangka peningkatan mutu secara berkelanjutan.


Rekomendasi Strategis

Berdasarkan hasil survei, prioritas utama pengembangan perlu diarahkan pada pendanaan penelitian mahasiswa dan penguatan fasilitas pendukung riset. Kedua aspek ini penting karena studi doktor sangat bergantung pada kelancaran kegiatan penelitian, akses laboratorium, bahan penelitian, analisis sampel, publikasi, dan jejaring akademik.

  1. Membentuk skema dukungan riset mahasiswa doktor melaui program bantuan dana penelitian terbatas, bantuan analisis sampel, bantuan publikasi, atau dukungan seminar nasional dan internasional.
  2. Menyusun database peluang pendanaan seperti informasi hibah internal universitas, hibah eksternal, beasiswa riset, program mobilitas, dan konferensi perlu dihimpun dan dibagikan secara berkala kepada mahasiswa.
  3. Meningkatkan akses fasilitas laboratorium.
  4. Mengembangkan fasilitas akademik non-laboratorium.
  5. Mempertahankan mutu layanan akademik.