Tracer Study Lulusan Doktor Teknik Kimia

Tracer Study Lulusan Doktor Teknik Kimia


Program Doktor Teknik Kimia telah melaksanakan tracer study terhadap lulusan tahun 2020–2025. Survei ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai partisipasi lulusan, waktu tunggu kerja, kisaran gaji, tingkat kepuasan terhadap layanan akademik, serta faktor-faktor yang mendukung pengembangan karier lulusan. Survei ini melibatkan seluruh lulusan Doktor Teknik Kimia pada periode tersebut, dengan tingkat partisipasi sebesar 81,58%, yaitu 31 dari 38 lulusan telah mengisi survei. Capaian ini menunjukkan keterlibatan alumni yang baik dalam mendukung evaluasi dan pengembangan mutu program studi.


Gambar 1. Hasil Survei Lulusan Doktor Teknik Kimia

Berdasarkan hasil tracer study seperti pada Gambar 1, mayoritas lulusan memperoleh pekerjaan dalam waktu yang sangat singkat. Sebanyak 90,32% lulusan memiliki waktu tunggu kerja kurang dari 3 bulan, sedangkan 6,45% lulusan membutuhkan waktu 3–6 bulan, dan 3,23% lulusan membutuhkan waktu 6–9 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan Doktor Teknik Kimia memiliki daya saing yang baik serta kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dari sisi penghasilan, sebagian besar lulusan berada pada kategori gaji lebih dari 8 juta rupiah, yaitu sebesar 67,39%. Sementara itu, 23,91% lulusan berada pada kisaran gaji 4–6 juta rupiah, dan masing-masing 4,35% lulusan berada pada kisaran 2–4 juta rupiah serta 6–8 juta rupiah. Dalam pengembangan karier, faktor yang paling menunjang karier lulusan adalah penelitian sebesar 59,38%, diikuti oleh pembimbingan sebesar 28,13%, dan jejaring sebesar 12,50%. Temuan ini menegaskan bahwa aktivitas penelitian, kualitas pembimbingan, dan jejaring akademik-profesional merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan karier lulusan Doktor Teknik Kimia.


Gambar 2. Hasil Survei Kepuasan Lulusan Doktor Teknik Kimia

Tingkat kepuasan lulusan doktor terhadap penyelenggaraan pendidikan menunjukkan hasil yang sangat baik seperti terlihat pada Gamabar 2. Aspek pembimbingan serta layanan akademik dan pengajaran memperoleh nilai kepuasan tertinggi, yaitu 4,87. Sementara itu, aspek mata kuliah dan kompetensi lulusan memperoleh nilai 4,61. Hasil ini menunjukkan bahwa lulusan memberikan penilaian positif terhadap kualitas proses pembelajaran, layanan akademik, pembimbingan, serta kompetensi yang diperoleh selama menempuh studi.